HANOK_rumah ku kelak [amin ya ALLAH]

HANOK_rumah ku kelak [amin ya ALLAH]
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya. Semoga blog ini mendatangkan manfaat untuk saudara. Annyeonghaseyo. Korea Selatan, tunggu aku menyapamu

Rabu, 10 Juli 2013

Muraqabah dan Muhasabah

Assalamualaikum wr. wb.
            Ahad, 30 Juni 2013 @embung. Murabbi masih sama.
            Q. S. 53 (An Najm) ayat 32 yang artinya:
32. (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
            Kita pasti sudah tahu ya, setan itu ada dimana-mana dan tidak dapat dipungkiri kita juga dikelilingi setan, di depan, belakang, kanan, kiri. Tapi tahu ngga sih, apa kerja utama setan yang ada di depan dan dibelakang kita? Kerja setan yang ada di depan kita yaitu membuat kita takut selain karena selain Allah, misal: takut akan datangnya hari akhir, dikaburkan terkait kehidupan di akhirat, dll. Adapun kerja setan di belakang kita yaitu membuat kita cinta akan keduniaan.
            Semoga kita dijauhkan dari wahn -> cinta dunia dan takut mati.
Padahal akses kita untuk berjumpa dengan Allah yaitu harus melewati tahap mati terlebih dahulu.
            Tahap-tahap untuk membangun sistem pengawasan dan penjagaan yang kokoh antara lain:
1.      Muaqadah: perjanjian dengan Allah, dengan menjauhi laranganNya.
2.      Muraqabah: sadar bahwa ada yang mengawasi kita.
3.      Muhasabah: menghitung amal baik dan buruk yang dilakukan.
4.      Muaqabah: memberikan sanksi untuk diri sendiri (ikab).
5.      Mujahadah: berupaya keras untuk untuk beribadah kepada Allah, dengan cara menjalankan semua perintahNya.
6.      Mutabaah: mengontrol dan mengevaluasi proses-proses sebelumya (poin 1-5) apakah berjalan dengan baik.
3 hasil muraqabah dan muhasabah:
1.      Mengatahui aib, kekurangan, dan kelemahan diri.
2.      Istiqamah di atas syariat Allah.
3.      Insya Allah akan aman dari berat dan sulitnya hisab di hari akhir.

Sekian, semoga bermanfaat.

Wassalamualikum wr. wb.
Read more »

Ghozul Fikr

Assalamualaikum wr. wb.
            Ahad, 16 Juni 2013 di IR 32, murabbi masih sama. ^^
            Pasti sudah banyak yang tahu ya tentang Ghozul Fikr? Ya, sudah sering dibahas terkait tema ini. Sejenak simpan yang sudah diketahui dan kita semakin memperjelas terkait tentang Ghozul Fikr, mungkin ada hal baru yang dapat kita ketahui dari penyampaian materi kali ini.
Ghozul Fikr dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Perang Pemikiran.
Secara umum akibat dari Ghozul Fikr yaitu:
1.      Merusak akhlaq.
2.      Menghancurkan fikrah (baca: pemikiran).
Sesuai dengan Q. S. 4 (An Nisaa) ayat 60 yang artinya:
60. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut[312], padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.
[312]. yang selalu memusuhi Nabi dan kaum Muslimin dan ada yang mengatakan Abu Barzah seorang tukang tenung di masa Nabi. Termasuk Thaghut juga:
1. Orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu.
2. Berhala-berhala.
Thaghud --> semua hal yang melenakan agar menjauh dari Allah.
3.      Melarutkan kepribadian.
4.      Pemurtadan.

Adapun harapan yang diinginkan oleh mereka yang menyerang pemikiran umat Islam yaitu:
  1. Keloyalan terhadap orang kafir.
Musuh-musuh Islam:
1.      Kaum munafik.
2.      Kristiani.
3.      Musyrik.
4.      Yahudi.
5.      Ateis.
Sarana meng-ghozul fikr:
1.      LSM.
2.      Olahraga.
3.      Klub à rotery club.
4.      Hiburan.
5.      Penerbitan.
6.      Pendidikan dan pers.
à contoh real-nya seperti apa silahkan dicari, dipikirkan, dan direnungkan sendiri.
Sarana-sarana tadi dapat membuat/menciptakan orang-orang yang lemah dan menjadi murtad.

Bahaya ghozul fikr:
1.      Tertipu.
2.      Cenderung pada orang kafir.
3.      Mencintai orang kafir.
4.      Menaati orang kafir.
5.      Mengikuti tata cara hidup mereka.
6.      Menyerupai perilaku dan penampilan mereka.
7.      Memberi loyalitas pada mereka.
Akibat ghozul fikr:
1.      Kehinaan.
2.      Mudah dikendalikan.
3.      Mendapat laknat dan cobaan dari Allah.
4.      Terjatuh dalam syirik.
5.      Allah berlepas diri darinya.
6.      Dia akan murtad dan memperolah azab.
Metode ghozul fikr:
1.      Tasykik (pendangkalan/keragu-raguan).
2.      Tasywih (pencemaran/pelecehan).
3.      Tadhlil (penyesatan).
4.      Taghrib (pembaratan/westernisasi).
Arah dari ghozul fikr salah satunya yaitu ke arah sekuler yang menginginkan jangan membawa-bawa Islam di keduniaan, dan ingin memisahkan agama dan dunia, padahal keduanya tidak dapat dipisahkan.
Semoga bermanfaat.

Wassalamualikum wr. wb.
Read more »

Jumat, 05 Juli 2013

Haqiqatul Insan dan Shifatul Insan

Assalamualaikum wr. wb.
            Ahad, 2 Juni 2013 di IR 32 sekitar pukul 16.40 WIB.
            Langsung ke intinya saja ya.
1.      Manusia sebagai makhluk.
Carilah hal yang dapat membedakan kita pada Allah.
Pada Q. S. 30 ayat 30 yang artinya:
30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],
[1168]. Fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

-          Fitrah manusia.
-          Daif (lemah) à Allah yang berkehendak.
-          Jahil (bodoh).
2.      Manusia dilebihkan beberapa kali.
3.      Dibebani:
-          untuk beribadah kepada Allah, sesuai dalam Q. S. 51(Adz Dzaariyaat) ayat 56 yang artinya:
56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
-          Mewujudkan khilawah (kepemerintahan).
-          Bebas memilih.
-          Memperoleh balasan terhadap apa yang telah dilakukan à pilih surga atau neraka.
Jangan sampai memilih jalan fujur (baca: jelek; buruk) yang membawa ke arah nerakan. Diperjelas dalam Q. S (91) Asy Syams ayat 8 yang artinya:
8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

            Setelah membahas tentang haqiqatul insan, kini saatnya mengulas tentang sifat manusia.
            Sifat manusia, ada 2:                                                
1.      Fujur: mengotori jiwa insan.
Adapun sifat manusia pada jalan fujur antara lain:
-          Tergesa-gesa.
-          Berkeluh kesah.
-          Gelisah.
-          Tidak mau berbuat baik.
-          Pelit.
-          Kufur.
-          Pendebat.
-          Pembantah.
-          Dzolim (aniaya).
-          Bodoh.
2.      Taqwa.
Adapun sifat manusia pada jalan taqwa antara lain:
-          Bersyukur.
-          Bersabar.
-          Penyantun.
-          Penyayang.
-          Bijaksana.
-          Suka bertaubat.
-          Lemah lembut.
-          Jujur.
-          Dapat dipercaya.
Sekian. Semoga bermanfaat.


Wassalamualikum wr. wb.
Read more »