HANOK_rumah ku kelak [amin ya ALLAH]

HANOK_rumah ku kelak [amin ya ALLAH]
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya. Semoga blog ini mendatangkan manfaat untuk saudara. Annyeonghaseyo. Korea Selatan, tunggu aku menyapamu

Kamis, 22 Maret 2012

Mahabatullah

Assalamualaikum Wr. Wb.
Sore ini, Senin, 12 Maret 2012,  halaqoh dilaksanakna di gazebo perpus pusat Unnes, pukul 16.00 WIB-sekitar tiba waktu Maghrib. Seperti biasa, Murabbi tercinta kita mbak Lia Puspita Dewi memberikan pembahasan menarik pada sore ini. Mahabatullah. Mau tahu apa itu Mahabatullah? Atau saudara-saudaraku ini sudah mengetahuinya? Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas.
Mahabatullah = CINTA pada ALLAH.
Wujudnya dimulai dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
Konsekuensi Mahabatullah adalah hanya beribadah untuk Allah (semua dilaksanakan karena Allah, bukan karena yang lain).
Almahabah (cinta) ada 2 macam, yaitu:
1.      Asy-syar’iyah (wujud cinta yang ada karena adanya keimanan).
2.      Ghoiru asy-syar’iyah (cinta yang muncul tanpa syar’i karena syahwat/nafsu belaka).
Berbicara tentang cinta tentu sangat menarik terutama bagi kita-kita yang masih muda dan bergejolak ini. Untuk itu agar tidak salah menempatkan cinta ini, mari kita kaji lebih dalam tentang cinta yang hakiki.
Mahabatullah adalah cinta yang:
ü  Syar’i dan datangnya dari keimanan.
ü  Syar’i sesuai dengan koridor-koridor Islam.
ü  Dapat menyikapi dengan syar’i adanya cinta pada sesama yang merupakan fitrah telah ada pada masing-masing insan.
ü  Tertinggi pada Allah, dan menganggap adanya cinta lainnya atau cinta di bawahnya dapat muncul karena adanya cinta kepada Allah.
Tanda cinta Mahabatullah ada 7, yaitu:
1.      Kasrotul dzikir (dzikir; sering menyebut nama Allah)
Mulailah segala sesuatu dengan niat yang baik, karena hasil dari segala sesuatu dilihat dari niatnya.
2.      Al-i’jabu (kagum)
Misalnya: mengagumi kekuasaan dan kebesaran Allah yang luar biasa.
3.      Ridho
Cinta dapat membuat orang ridho dengan apa saja yang diberikan oleh kekasihnya (read: Allah swt). Misalnya: Allah menguji keimanan dengan diberikannya cobaan.
Sesunggunya apa yang diberkan oleh Allah adalah yang terbaik bagi kita.
4.      At-tatkhiyah (berkorban)
Mencintai Allah maka harus melakukan hal-hal yang dicintai oleh Allah.
5.      Al-Khauf (rasa cemas)
Cemas apabila rasa cintanya tidak terbalaskan, maka harus mempunyai rasa kurang (merasa kurang) agar cintanya kepada Allah bertambah (mengalami peningkatan).
6.      Ar-Raja’ (berharap)
Meletakkan harapan tertinggi hanya pada Allah swt. Jangan mempedulikan orang-orang yang meremehkan dan merendahkan harapan kita, karena Allah-lah yang akan mewujudkan harapan kita. Jadi hendaknya yakin dan percaya hanya kepada Allah swt.
7.      Ta’at
Ta’atlah hanya kepada Allah, dan jangan ta’at kepada manusia.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar: