HANOK_rumah ku kelak [amin ya ALLAH]

HANOK_rumah ku kelak [amin ya ALLAH]
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya. Semoga blog ini mendatangkan manfaat untuk saudara. Annyeonghaseyo. Korea Selatan, tunggu aku menyapamu

Kamis, 08 November 2012

Ini Tempat Kos-ku, Mana Tempat Kos-mu? /(^__^)\

Assalamualikum wr.wb.

Lama sekali tidak menulis.
Kali ini saya tertarik untuk berbagi cerita seputar tempat kos pilihan orang tua saya yang dipandang “beragam” oleh orang kebanyakan yang sebenarnya belum tahu mendalam terkait kos ini, seringkali hanya asumsi yang mereka buat sendiri.
Mohon saran bila terjadi banyak yang masih perlu diperbaiki dari tulisan ini, tulisan ini ditujukan kepada setiap orang yang penasaran dengan hal yang akan kutulis ini.
Saya seorang gadis yang menuntut ilmu untuk meraih gelar formal S,Pd [S1 Pendidikan Kimia] di sebuah universitas konservasi di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Tahun ini tahun ketiga saya berada di kota ini untuk menuntut ilmu. Saya sedang mejalani semester ketiga disini. Dari semester satu, dua, hingga kini semester tiga, tempat kosku masih sama. Hanya saja, dulu saat semester satu dan dua, nama kosnya adalah Rumah Prestasi Basmala Indonesia ..... [read: .... adalah nama kosnya] . Untuk kos putri bernama wanita-wanita super zaman Rasulullah [ya, begitulah aku menyebutnya], beberapa nama diantaranya yaitu Safana binti Hatim, Fatimah binti Az-Zahra, dll. Sedangkan untuk kos putra namanya juga lelaki-lelaki super zaman nabi, beberapa contoh namanya yaitu Abu Bakar Asy Sidiq, dll. Contoh nama kosnya yaitu Rumah Prestasi Basamala Safana binti Hatim.
Ya, kos pilihan keluargaku adalah rumah prestasi, yayasan dibawah asuhan Habibburahman El Shirazy. Kos ini tersebar ke-8 fakultas yang ada di universitas konservasi. Sistem kos ini yaitu, penghuni kos akan di plot sesuai fakultasnya. Bila mahasiswa FMIPA juga akan menempati kos yang ada di distrik FMIPA dan yang akan menghuni kos juga mahasiswa/mahasiswi FMIPA.
Contoh konkrit. Kos untuk mahasiswa/i FMIPA hanya ada di berbagai tempat yang berdekatan dengan gedung FMIPA. Jurusan di FMIPA ada Kimia, Fisika, Matematika, Biologi, serta prodi IPA, Ilmu Komputer [jurusan ini baru ada tahun 2012], jadi penghuni kos di distrik FMIPA hanyalah mahasiswa jurusan FMIPA saja. Keuntungannya adalah bila ada kendala dalam belajar, tentu kakak angkatan akan membantu kita, dan tentu masih ada banyak keuntungan lainnya. Sistem plot kamar di kos pun sudah tertata apik, mahasiswa baru akan berada satu kamar dengan kakak angkatan. Tidak ada yang namanya maba sekamar dengan maba. Lebih terarah bukan?
Program yang ditawarkan yayasan ini adalah kajian satu minggu satu kali bertempat di MUA, santi/santriwatinya harus mengikuti halaqoh, sholat di awal waktu dan berjamaah, tilawah Al-Quran setelah sholat Isya, dzikir al-ma’surat setelah sholat subuh, kultum sepekan sekali setelah sholat Isya [untuk pemilihan waktu tilawah ataupun dzikir tergantung kebijakan dan kesepakatan penghuni kos], piket memasak bagi santriwati [selain irit, masak sendiri lebih baik daripada beli makanan siap saji di warung-warung makan]. Paket super keren untuk sebuah kos mahasiswa bukan?
Pada awal semester tiga, pengasuh yayasan yang baru, pak Abdollah Rich memperbaharui nama kos dengan nama Ihwah Rasul (IR). Kini contoh nama kosnya yaitu Ihwah Rasul 24. Angka yang mengikuti dibelakang nama kos ini mengandunga arti, angka genap untuk kos putri dan nomor ganjil untuk kos putra.
Program pembinaan yang ditawarkan mengalami perombakan.
Program harian: sholat berjamaah di awal waktu, dzikir al-ma’surat setelah sholat subuh , tilawah dan riyadhus sholihin [dzikir, tilawah, dll jadwal sesuai kesepakatan penghuni kos dibawah pengawasan langsung dari pembina kos], memasak bersama [bagi akhwat], qiyamul lail call [jadi ada yang membangunkan untuk sholat malam, biasanya yang bisa bangun awal membangunkan teman-teman yang lainnya].
Program pekanan: kajian kos [sepekan dua kali], family time [riyadhoh bersama, makan bersama, sharing antar santri], halaqoh, tatsqif, majelis hataman Quran (MHQ), puasa sunnah.
Program bulanan: MHQ spesial, kajian spesial.
Program tahunan: santri super camp (SSC) [peserta wajib maba], silaturahim santri IR.

Khawatir salah mengambil langkah untuk menentukan tempat kos yang keren? Merasa salah kos? Mau gabung? Atau takut memasukinya karena beranggapan yayasan ini yayasan sesat? Buang jauh-jauh pikiran itu.
Terbukti santriwan/wati kos ini adalah mapres, presma, gubernur BEM, aktivis, prestatif, dll.

Ada teman di kampus yang bertanya. Hes, kamu kalau di kos gimana hes. Apa disuruh ngaji terus? [kira-kira gimana? Ngga lah ya. Ngga tuh. Saya merasakan tidak ada pendoktrinan ataupun penekanan ataupun paksaan dalam hal apapun, semuanya adalah kesadaran dari tiap individu. Yang membedakan kos ini dari kebanyakan kos lain adalah kos ini berada dalam pengawasan yang bagus, ada Ummi kos [bagi kos akhwat] dan ada abi kos [bagi kos ikhwan], jam malam bagi akhwat adalah jam 8 malam [kecuali ada hal-hal yang mendesak]. Terus apa boleh Hes kalau pakai celana? [ sekali lagi, pilihan berbusana adalah pilihan tiap individu, so terserah kamu mau berbusana seperti apa, yang penting jangan pamer aurat dan alangkah lebih baiknya berbusana syar’i].
Ada yang masih mengganjal di hati dan ingin ditanyakan?

Wassalamualaikum wr.wb.

Read more »

Kamis, 09 Agustus 2012

PPA FMIPA Unnes 2012


MARS UNNES

Universitas negeri semarang
menjulang setinggi angkasa
mencetak tenaga terdidik
yang bermutu dan berdaya guna

Berlandaskan Pancasila sakti
Undang Undang Dasar 45
Serta Tri Dharma Perguruan Tinggi
sebagai dasar pengabdiannya

Majulah Universitas negeri semarang
di tengah kancah pembangunan
mendidik bangsa menempa ilmu
menyongsong Indonesia baru

Memelihara dan mengembangkan
ilmu murni dan kependidikan
melimpah berkat rahmat - Nya
semoga Unnes slalu jaya


 MARS MIPA (Unnes)

Bersama menuntut ilmu
demi kemajuan bangsa dan negara
Berdedikasi dan semangat baja
raih cita-cita nan mulia

Kreatif dan selelu dinamis
tetap aktif dalam berinovasi
Tak kenal lelah mengabdi
pada pangkuan ibu pertiwi

Reff:
Selalu ingat kepadaNya
berbekal dengan iman dan taqwa
Kami mahasiswa FMIPA
cinta ilmu pengetahuan
Kami mahasiswa FMIPA
berbakti pada negara Indonesia.

YEL-YEL KIMIA FMIPA Unnes
Pendamping: Ayo KIMIA nyanyikan yel-yel nya

Hei semua yang disini
lihatlah generasi dari Chemistry
membawa misi baru
menjadi generasi berkarakter dan konservasi
[nada: ost Chibi Maruko Chan
Kalau begini akupun bersemangat
berusaha wujudkan mimpi bangsa
menemukan jati diri
dengan berbagai prestasi
hidup berbudaya
cinta alam tetap religi
slalu ilmiah tidak mudah menyerah pastinya ramah
oh senangnya jadi anak KIMIA....

Sorak-sorak bergembira

bergembira semua
KIMIA yang paling JAYA
datang ikut PPA
Siapakah dirimu (KIMIA....)
Tunjukkan semangatmu (HEOY HEOY....)
KIMIA Tetap Jaya untuk slama-lamanya

KIMIA....

KIMIA KIMIA kompak bersatu

KIMIA

Guru peradaban, inspirator dunia

KIMIA....

JAYA
Read more »

Selasa, 07 Agustus 2012

Belajar dari Dukuh Deliksari


Assalamualaikum wr. wb.
Hari itu, Ahad, 29 Juli 2012, Departemen Sosial, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (BEM FMIPA Unnes 2012) menjalankan program kerja (progja) untuk melakukan buka puasa bersama di masjid At-Taqwa yang terletak di kampung binaan BEM FMIPA 2012 yaitu di dukuh Delik Sari, Semarang. [*hmmmm.... tata tulis bahasa Indonesia yang tidak kurang efektif karena terlalu banyak tanda baca koma dalam satu kalimat, maaf. /(^____^)\ ]. Setelah sholat Asar, kami para fungsinaris berkumpul di mabes tercinta (PKM) dan setelah mamastikan semuanya sudah dipersiapkan dengan baik oleh panitia desa binaan (desbin), maka kami para fungsionaris BEM FMIPA 2012 yang berkenan mengikuti buka bersama (buber) segera bergegas menuju ke desbin Delik Sari.
Jarak yang tidak begitu jauh dari Unnes, tapi jalan terjal yang ditempuh membuat tempat ini luar biasa. Untuk menuju ke Delik Sari, kami harus menelusiri jalan selebar kurang lebih tiga meter dengan turunan tajam yang curam nan penuh liku ataupun tanjakan yang tidak kalah curam dan terjal pula. Kondisi jalan yang penuh dengan pasir yang menjadikan jalan licin, pun keadaan fisik jalan yang sudah berlubang di sana sini. Membutuhkan kehati-hatian ekstra tinggi saat melintasi medan ini. Selain jalannya yang turunnnn dan naikkkk pun berkelok-kelok, medan lurus yang kami lintasi tidak kalah ekstrim, yaitu jembatan yang dibawahnya terhampar jurang yang airnya mengering dan ditumbuhi rerumputan yang subur.
Ini pertama kali bagi saya mendatangi perkampungan dukuh Delik Sari. Rasa kampungan dan terkagum-kagum pun bergemuruh di dalam diri ini. Ketercenganaganku akan pemandangan menakjubkan di Delik Sari tidak puas bila hanya berhenti di sini, setelah jalan beberapa meter dari jalan raya (jalan utama Trangkil/Sampagan??) menuju ke masjid At-Taqwa, saya melihat sudah mulai tampak permukiman penduduk. Dan kira-kira apa saudara-saudara yang saya lihat mengenai permukiman penduduk? Apakah bangunan sekelas hotel berbintang lima? Atau hunian glamour nan elegan yang banyak tersebar di kota-kota besar? Bukan seperti itu saudara! Bukan seperti itu yang saya saksikan!!!!
Di Delik Sari yang nampak hanyalah permukiman-permukiman yang teramat sangat sederhana. Permukiman yang hanya seluas 3x3 meter dengan dinding terbuat dari bilik dan atap sederhana yang memperkuat kesan bangunan sangat rapuh pun tersaji di sana. Lantainya tentu beralaskan tanah. Tidak berapa lama, pun lebih banyak tersaji hunian-hunian serupa yang luas bangunannya lebih lebar beberapa meter, masih dengan atap yang reot, dinding bilik ataupun dari papan usang, beralaskan tanah nan kokoh ataupun alas keras sekedarnya. Tempat mandi yang rawan dan kecil terpisah dari bangunan utama juga tak luput dari pengamatan saya.
Ya, hampir dan bahkan nyaris semua hunian yang saya saksikan di Delik Sari adalah hunian semacam ini. Tidak jarang bangunan itu condong ke samping, saya tidak habis pikir bagaimana bila hujan dan angin kencang menyapa permukiman ini. Bagaimana nasib rumah yang atapnya berlubang di sana-sini? Rumah yang konstruksinya miring? Rumah yang berdindingkan bilik ataupun papan usang? Rumah yang beralaskan tanah sedang mereka tidak mempunyai dipan?
Serta tidak jarang terpampang kandang ayam berbentuk kotak dari pagar-pagar bambu seringgi kurang lebih satu mater masih dengan ciri bangunan yang miring seperti menara Pisa yang ada di Roma. Sebagai pelengkap, tersaji pula sebuah penampung air (tandon air) raksasa terpampang jelas di sana beserta puluhan dirigen serta ember-ember besar tersebar di sekitar penampung air. Rupanya apa yang terjadi saudara? Ya, Delik Sari masih mahal air, kekurangan air bersih, masyarakatnya pun mengantri untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Berjalan selama kurang lebih tujuh menit, sampailah kami di tempat seperti di bukit yaitu di masjid At-Taqwa. Masjid yang saat saya hitung luasnya kurang lebih sebesar 12x9 meter dengan teras masjid kurang lebih seluas dua meter. Di depan pintu utama masjid terdapat kotak hitam kurang lebih berukuran 30x60 sentimeter bertuliskan tinta putih dari susunan huruf I-N-F-A-Q, ya itu adalah kotak infaq masjid. Di dalam atap masjid juga terpasang dua buah kipas angin yang mengkhawatirkan. Di dekat mimbar khutbah ada sebuah kipas angin kecil dan menjulur berbagai macam kabel.
Memulai acara buber dengan sambutan-sambutan dan permainan hafalan surat pendek dalam juz 30, hafalan doa sehari-hari dan doa berbuka puasa cukup membuat suasana melebur penuh senyum merekah dan tawa-tawa renyah. Anak-anak yang hadir antusias untuk maju dan mendapatkan hadiah. Mendekati waktu berbuka, anak-anak baris memanjang dua bersab untuk antri mendapat snack dan takjil (astaga, sampai ada yang jatuh dan tertindih, serta saling dorong-mendorong. Pikiran ini jauh menerawang. Oh Tuhan, ini baru pembagian snack seharga Rp.500,00/orang [/orang dapat 1 snack] sudah seperti ini suasananya. Saya tidak bisa melihat saat pembagian takjil di teras masjid bagaimana suasananya. Pantas saja jika ada berita di TV yang mengabarkan betapa riuh dan penuh sesaknya serta tidak kondusifnya suasana yang terjadi saat si dermawan membagikan uang kepada mereka yang membutuhkan, tidak jarang juga mereka yang antri sampai pingsan dan terinjak, astaga, miris). Cukup.
Menuju ke tempat wudhu. Saat azhan berkumandang merdu kami segera membatalkan puasa dan harus menunggu saat hendak mangambil air wudhu. Setelah antri, apa yang kami saksikan di tempat wudhu dan kamar kecil yang ada di samping tempat wudhu? Hanya ada satu tempat wudhu beserta satu kamar kecil jadi tidak ada pembedaan tempat wudhu beserta kamar kecil baik untuk laki-laki maupun perempuan. Satu kamar kecil itu berukuran sangat minimalis tanpa ada WC dan TANPA PINTU penutup kamar mandi, Astagfirullah. Pun kurnag lebih ada lima kran yang berjajar di arena wudhu yang cukup terbuka ini.
Astagfirullah....... miris diri ini melihat masih ada daerah yang seperti ini dan berada di dekatku sedang saya sendiri baru tersadar ternyata masih ada daerah yang seperti ini. Pemandangan seperti ini masih terjadi di Pulau Jawa, di sebuah kota yang mengemban amanah sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah, Semarang. Ya, di Semarang. Oh Tuhan.......
Lingkungan yang seperti gambaran “lebay” dari seorang Hesti Prasasti Putri Ummi, lantas apa yang selanjutnya menjadi tanda tanya besar di pikiran saudara? Ya, penduduknya. Bagaimana dengan penduduk Delik Sari? Buber yang dilaksanakan di desbin Deik Sari melibatkan anak-anak kecil yang tinggal di Delik Sari, pun ada beberapa orang tua yang turut datang untuk menemani buah hatinya sepanjang agenda buber. Pun datang dua tokoh masyarakat Delik Sari meberi sambutan dan sebagainya. Anak-anak yang terlihat ceria dan berpenampilan sangat sederhana. Anak-anak yang kecerdasan emosinya belum terkontrol dengan baik, emosi yang masih dengan mudah bergejolak meledak-ledak. Saya kaget melihatnya. Karena tiba-tiba ada anak yang saling beradu mata kekerasan, adu dada yang membusung, adu kekuatan yang menggebu, adu amarah yang memuncak. Sampai ada seorang anak lelaki yang entah tanpa alasan yang jelas suka marah-marah dan ingin menggigit orang yang ada di dekatnya, sungguh ini mengkhawatirkan. Sepenagkpan saya, orang-orang di sini cenderung keras dan kecerdasan emosinya masih labil.
Inilah sepenggal kisah yang saya dapat saat berkunjung ke bumi Allah di dukuh Delik Sari, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Inilah yang saya lihat dan saya rasakan saat ada di Delik Sari, ini dari sudut pandang saya. Mungkin akan berbeda lagi apabila dilihat dari sudut pandang anda. Mungkin semua yang saya luapkan ini berbeda seratus delapan puluh derajat dari yang anda lihat dan rasakan di Delik Sari.
Semoga ada banyak yang dapat kita ambil dan pelajari dari Delik Sari. /(^____^)\
Jangan hanya sekedar simpati, gunakan empati. Fighting....!! Wujud nyata lebih bermakna.
Waalaikumsalam wr. wb.
Read more »

Selasa, 10 Juli 2012

TOBAT


Assalamualaikum wr.wb.

Pokok bahasan pada halaqoh hari itu (Senin, 28 Mei 2012 pukul 16.00 WIB masih dengan Murabbi yang sama *hehe, baru diposting sekarang sejak hari h) yaitu TOBAT atau yang dalam Bahasa Arab disebut At-Taubah.

TOBAT
  • secara bahasa --> At-Taubah atau Ar-ruju' (kembali)
  • secara istilah --> kembali dekat kepadaNya setelah jauh dariNya atau dapat dikatakan sebagai pengakuan diri atas dosa yang dilakukannya dengan merasa menyesal shingga pada akhirnya berhenti dari kemaksiatan dan bertekad tidak akan mengulanginyadi masa datang.
Lantas, kenapa (harus) TOBAT????!!..???????
  1. karena setiap manusia PASTI mempunyai kesalahan
  2. karena DOSA penghalanga kedekatan manusia dengan Allah swt
Referensi: QS. At-Tahrim (8), QS. An-Nur (31). QS. Hud (90). QS. Al-Baqoroh (222)

Adakah keraguan pada diri ini untuk meninggalkan tobat? sedangkan RASULULLAH saw dalam SEHARI berTOBAT LEBIH DARI 70 KALI. pun pada Riwayat Muslim dikatakan bahwa Rasul BERISTIGHFAR 100 KALI per HARI.

Sebelum berTOBAT, hendaknya kita mengetahui apa saja yang menjadi SYARAT TOBAT, diantaranya:
  1. harus ada rasa PENYESALAN
  2. berkomitmen untuk BERHENTI MELAKUKANNYA
  3. bertekad untuk TIDAK MENGULANGINYA KEMBALI
  4. DILAKUKAN SEBELUM ruh sampai ke tenggorokan (SAKARATUL MAUT) atau sebelum matahari terbit dari barat (KIAMAT)
  5. jika dosa yang dilakukan berkaitan dengan manusia, maka syarat tambahannya:
·         melunasi hak orang tersebut
·         meminta kerelaanya
·         memperbanyak amal kebaikan
6.      empat syarat menutupi kedzoliman:
·         melunasi hak orang tersebut 
·         meminta kerelaanya 
·         memperbanyak amal kebaikan
·         membayarkan hak orang yang telah didzoliminya
7.      setiap orang harus bertobat untuk semua dosa yang telah diperbuatnya
Penyebab dosa kecil menjadi dosa besar, dianyaranya:
1.      apabila dilaksanakan secara terus-menerus (QS. Ali Imran (135))
2.      apabila dosa besar itu dapat diampuni oleh Allah swt dengan bertobat
3.      apabila dilaksanakan dengan rasa bangga ataupun minta untuk dipuji
4.      jika melakukan dosa tanpa sepengetahuan orang lain kemudian menceitakan dosa yang diperbuatnya itu kepada orang lain dengan bangganya
5.      apabila pelakunya orang alim yang menjadi panutan, karena perbuatannya akan dicontoh oleh orang lain
Jadi, tunggu apa lagi? Jangan tunda TOBAT! Ok. /(^__^)\
Ada kisah menarik dari sahabat Rasul yang selalu setia berjihad bersama Rasul, tapi pada suatu masa, sahabat ini meninggalkan satu perang tanpa alasan yang jelas, siapa sahabat ini dan perang apa yang ditinggalkannya? Ia bernama Kaab bin Maliq yang meninggalkan perang bersejarah, yaitu perang Tabuk. Karena sikap yang tidak syar’i ini, maka Kaab bin Maliq mendapatkan hukuman. Pun karena ini, nama Kaab bin Maliq ada dalam QS. At-Taubah. Untuk lenih jelasnya, saudaraku bisa membaca Al-Quran atau bertanya Murabbi atau membaca buku, pun dapat dengan browsing.
Sekian yang dapat saya sampaikan terkait dengan TOBAT. Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum wr.wb.

Read more »